Festival Di Malang Yang Wajib Ditunggu

Setiap tahun banyak kota di Indonesia yang mengadakan event tahunannya masing-masing. Tidak terkecuali Kota Malang yang punya julukan Kota Apel ini. Sehingga, kalau kamu liburan ke lokasi outbound Malang tidak lengkap rasanya kalau tidak tahu acara tahunan apa saja yang biasa diadakan. Yuk, langsung simak daftar acara tahunan di Malang yang paling ditunggu dan sayang untuk dilewatkan begitu saja.

Festival 1 Suro Gunung Kawi

Kalau kamu sedang berada di desa Wonosari, Kecamatan Ngajum, coba yuk datang ke festival tahunannya. Acara ini biasanya diadakan setiap 1 Muharram atau 1 Suro yang diikuti oleh 14 RW. Biasanya festival mulai berlangsung dari Terminal Wonosari hingga ke area Makam Gunung Kawi. Di festival ini, kamu bisa melihat ogoh-ogoh beragam tema yang tidak kalah menarik. Nah, pada acara puncaknya salah satu ogoh-ogoh yang berwujud Buto yang menunggangi singa akan dibakar di area makam RM Imam Soedjono dan Eyang Djugo.

Jalanidhipuja

Nah, festival di Malang ini sangat erat hubungannya dengan salah satu agama di Indonesia. Upara yang bernama Jalanidhipuja ini digelar oleh umat Hindu yang biasanya diadakan saat menjelang Tahun Baru Saka atauu Nyepi. Untuk lokasinya sendiri biasanya berlangsung di Pantai Balekambang. Upacara ini digelar untuk mengharap kehidupan di tahun selanjutnya diberi kelancaran dan keberkahan.

Karena ingin mendapat berkah dan kelancaran itulah, upacara ini dilakukan di air. Bahkan, pada puncak upacara ada larung jolen yang isinya berpua hasil bumi, sayuran dan aneka buah yang dilepas ke laut yang diangkut oleh pemuda laki-laki umat Hindu.

Grebeg Tengger Tirto Aji

Ritual yang ada di sebuah desa ini pertama kali terpublikasi pada tahun 2013 sebagai acara tahunan di Malang. Ritual tersebut adalah sebuah ritual pengambilan air suci yang berasal dari air mata Sendang Widodaren yang berada di kawasan Sumber Wendit.

Prosesinya adalah, air yang diambil menggunakan gayung kayu selanjutnya diletakkan di tempat air yang terbuat dari tanah liat yang konon katanya dibawa oleh tujuh bidadari. Setelah itu, proses nya dilanjutkan dengan syukuran dan membaca doa-doa baik agar diberikan kebaikan dan keselamatan serta keberhasilan hasil bumi.

Prosesi ritual ini akan diakhiri dengan membawa air yang sudah diambil tersebut kembali ke Tengger. Masyarakat setempat percaya kalau air yang ada di Gunung Bromo sebenarnya berasal dari mata air Sidodaren.

Itulah festival di Malang yang layak untuk ditunggu dan tentunya juga dikunjungi. Jadi sekarang kamu tahu kan kalau ke Malang bukan saja bisa jalan-jalan ke destinasi wisatanya, tapi juga ada festival budaya yang layak untuk diikuti.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *